Saturday, 10 August 2013

Dengan Jilbabnya Ia pun Mampu Berdakwah, 7 Profesor Barat Masuk Islam Karenanya

Kisah yang satu ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak potret kehidupan seorang wanita muslimah yang begitu bangga dan merasa terhormat dengan agama yang selama ini ia telah hadir mewarnai perjalanan hidupnya. Seorang muslimah yang di hatinya terdengar keras detak syiar agama Allah.
Itualah hati yang mampu mengenal Allah dan Rasul Nya sehingga keraguan tak pernah lagi dijumpai di dalamnya. Dialah sosok seorang wanita muslimah yang hatinya selalu selalu memikul tanggung jawab da’wah. Namun sayang figur semacam ini ternyata langka untuk kita temukan. Ya memang sangat langka sekali.
Ummu Abdul Aziz, begitulah wanita ini biasa disapa dalam kesehariannya. Suaminya seorang dokter yang tinggal di kota Riyadh, Saudi Arabia.
Pada satu kesempatan, Ummu Abdul Aziz harus menyertai suaminya untuk menghadiri salah satu konferensi medis yang diselenggarakan di salah satu negara Eropa. Dengan langkah pasti ia iringi keberangkatan sang suami. Ya, ia sadar sekali bahwa Tuhan yang selama ini ia sembah di negaranya tak lain adalah Tuhan yang akan ia jumpai di negera eropa tersebut. Tuhan yang satu, Allah. Demikian pula halnya kaum Pria yang ia jumpai nya di negara asalnya, Arab Saudi. Oleh karena itu , setibanya di negara tujuan, kondisinya tidak berubah sedikitpun.
Komitmennya untuk senantiasa melaksanakan segala perintah Tuhannya ia selalu pegang dengan baik. Hal ini nampak terlihat jelas dari cara ia berpakaian. Potongan kain yang dikenakannya menutupi seluruh anggota tubuhnya.. Ya Ummu Abdul Azis mengenakan pakaiannya secara lengkap sehingga tidak tak sedikitpun anggota tubuhnya yang dapat terpandang mata, meskipun ia berada di kawasan Eropa yang identik dengan mode-mode pakaian masa kini. Oleh karenanya wajar apabila masyarakat Eropa yang menjumpainya merasa heran dengan pemandangan yang sangat asing seperti yang ia tampakkan. Ia pun mulai menjadi pusat perhatian, seakan-akan bertanya ‘” Makhluk apakah yang ada di balik kain hitam ini?” Benar-benar pemandangan yang sungguh aneh bagi mereka. Pada suatu hari, beberapa wanita Eropa berkumpul mendatanginya. Rata-rata mereka adalah para profesor yang bisa dibilang sudah cukup berumur. Dialogpun akhirnya berlangsung di antara mereka (Qadaralllah ummu Abdul Aziz mampu berbahasa Inggris). Dengan begitu beraninya salah seorang dari mereka mengajukan sebuah pertanyaan , “ Kamu pasti berpenampialan seperti ini hanya untuk menyembunyikan cacat yang ada di badanmu bukan ? Atau mungkin sekedar menutupi wajahmu yang nampak tidak cantik ?? Ya kiranya anggapan seperti itulah yang tertanam di benak mereka selama ini terhadapnya. Ummu Aziz langsung membawa mereka ke salah satu sudut ruangan, lalu membuka cadar yang selama ini menutupinya wajahnya. Ternyata ia nampak sebagaimana wanita normal pada umumnya, tanpa ada cacat sedikitpun sebagaimana dugaan mereka. Bahkan mungkin parasnya lebih cantik dari wanita biasanya, insya Allah. Kesempatan ini tentu tidak ia biarkan berlalu begitu saja tanpa menyampaikan sesuatu kebenaran.
Setelah memperlihatkan wajahnya, Ummu Abdul Azis langsung mulai masuk ke pembicaraan inti. Ia jelaskan kepada mereka bagaimana Islam memposisikan wanita. Ia paparkan sejauh mana penghormatan dan aparesiasi agama Allah ini terhadap kaum Hawa selain ia berikan gambaran tentang ajaran agama Islam secara umum. Tahukah apa yang terjadi setelah itu? Ya setelah tiga jam berlalu, sebanyak tujuh dari sepuluh Professor wanita tadi langsung mengikrarkan keislaman mereka! Tak lain karena Ummu Abdul Aziz atas izin Allah! Bayangkan tujuh orang Professor masuk Islam hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah melakukan dialog.
Sebagai seorang muslimah Ummu abdul Aziz tidak merasa kecil sehingga menjadi asing dengan ajaran agamanya Kehadirannya di negara pengusung faham liberalisme yang jauh dari tata nilai sosial tersebut. Ia tetap berpakaian muslimah sejati dan tidak mempengaruhinya untuk berganti pakaian super ketat dengan hiasan renda di sana-sini seperti perhiasan kejahiliyahan layaknya barang murahan.
Tujuh orang professor wanita menyatakan keislaman mereka. Allah pun meninggikan derajat mereka dengan agama ini. Agama yang selama ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi sosok seperti Ummu Abdul Aziz. Figur dari seorang muslimah yang berusaha untuk mengajak umat ini kepada jalan Allah. Ia fungsikan dirinya sebagai media turunnya hidayah bagi siapa yang Allah kehendaki. Dengan cara seperti ini ia mampu merubah pandangan minor mereka terhadap agama yang Allah ridhai ini.
La ilaha ilallah….semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya kepada dirimu, Ummu Abdul Aziz. Allah jaga dirimu sehingga benar-benar bermanfaat bagi agama dan ummat ini. Amiin..
Disador dari isah tulisan: Muhammad Saleh Al Qathan (suara istiqlal/era muslim)

Saturday, 8 June 2013

Ghazwul Fikri

Perang fisik memang bukan zamannya lagi, walau sebenarnya hal tersebut masih terjadi di beberapa negara di dunia, misal Israel dan Palestina. Perang fisik juga terlihat sangat nyata yang dapat memperoleh kecaman dari pihak lain. Saya yakin sangat banyak yang tidak sadar bahwa kita dalam masa berperang. Nyatanya perang ini lebih hebat dari perang fisik,-perang pemikiran (Ghazwul Fikri). Walau tidak menimbulkan kematian, namun dapat mengeruk sebuah idealisme ataupun pedoman. Katakan saja masalah adat istadat dan agama yang berubah sejak perang ini dimulai.

Pengertian Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)
Secara bahasa, ghazwul artinya serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan Fikri adalah pemikiran. Jadi ghazwul fikri dapat diartikan sebagai serangan untuk mengubah pemikiran sehingga tidak sesuai lagi dengan pedoman awal yang dipegangnya.


Coba bandingkan kelebihan Perang Pemikiran dibandingkan perang fisik.

1. Biaya
Perang fisik memerlukan peralatan persenjataan, jika perlu dengan alat yang tercanggih. Tentunya biaya yang digunakan sangat mahal. Bandingkan dengan perang pemikiran yang hanya menggunakan media.

2. Jangkauan
Perang fisik hanya memerangi sebuah daerah saja, walaupun berperang adalah sebuah negara, namun pusat penyerangannya hanya di beberapa daerah saja. Bandingkan dengan perang pemikiran yang sampai pada setiap rumah di bumi ini selama ia masih tersentuh dengan media massa. Maka dapat dipastikan ia sedang diperangi.

3. Ruang Lingkup
Perang fisik hanya untuk meruntuhkan sebuah pertahanan saja, namun perang pemikiran akan terus mendobarak hingga sendi-sendi kehidupan. Pada bidang pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, dan lain-lain.

4. Waktu
Perang fisik pastinya akan berakhir pada suatu waktu. Namun perang pemikiran akan terus berlangsung selama kita hidup.

5. Dampak
Dampak dari perang fisik adalah perlawanan, ada yang kalah ada yang menang. Sedangkan Perang pemikiran akan mengubah pemikiran seseorang sehingga mengikuti pemikiran si pengatur. Pada awalnya ia menganggap hal tersebut buruk, kemudian bisa menjadi baik.

Sarana apa yang digunakan dalam perang pemikiran?
Media. Jawaban mutlak media. Kemudahan informasi ternyata memberikan efek buruk seperti ini. Apalagi masyarakat telah menaruh kepercayaan penuh terhadap media tanpa menyaring informasi terlebih dahulu. Anda akan selamanya berhadapan dengan media. Televisi yang ada di dalam rumah Anda. Internet yang setiap hari Anda akses. Koran yang Anda baca pada pagi hari. Dan seterusnya.

Tahukah Anda bahwa media dapat membentuk mind set kita? Media menjadikan kita seperti apa yang ia inginkan. Sebuah kutipan buku 'Catatakan Kang Jalal', 18 September 1997 dari seorang pakar komunikasi Jalaluddin Rakhmat.

“Dalam media massa dunia berganti nama, aurat berubah menjadi kesenian, maksiat menjadi klangenan, hiburan menjadi kebijakan, fitnah menjadi penerangan, manusia menjadi berhala, dan derita menjadi berita,”

Mengerikan bukan? Lalu apa saja contoh yang ada disekitar kita? Saya akan memberikan 2 contoh.

#Contoh 1
Adat istiadat orang zaman dahulu sopan serta santun. Orangtua kita pasti mengetahui hal tersebut dan Anda pasti akan setuju. Sangat jauh berbeda dengan zaman sekarang.

Kita kembali ke masa lalu, bagaimana penilaian masyarakat terhadap wanita yang keluar malam? Tentunya akan dicap sebagai wanita yang tidak baik, apalagi jika ia keluar bersama laki, tentunya cap yang melekat pada dirinya semakin parah. Keadaan seperti ini sungguh sangat baik. Mereka mengerti sampai mana batasan-batasan yang harus dilakukan dengan tidak melanggar norma-norma yang berlaku.

Bagaimana dengan sekarang? Anda dapat melihat sendiri bagaimana wanita keluar malam dengan mudahnya.  Apalagi para remaja putri yang kerap keluar bersama pacarnya. Sudah menjadi biasa dan tidak ada khwatir pada diri orangtua. Padahal kegiatan seperti ini sangat berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Anggapan zaman dahulu telah sirna.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ya, media. Bukankah televisi mempertontonkan adegan berpacaran? Bukankah budaya impor tesebut telah tersampaikan lewat media tulis? Cerita-cerita muda-mudi yang menjalin kasih? Cek saja buku-buku terdahulu. Hal-hal seperti ini meracuni pemikiran masyarakat.

Parahnya lagi ketika kita saksikan di layar kaca film bertemakan cinta saat ini kebanyakan diperankan oleh para pelajar. Bukankah harusnya mereka menyodorkan nilai-nilai pendidikan yang lebih, bukannya hanya mementingkan komersial saja dengan memfokuskan pada adegan percintaan. Film yang tidak baik. Maka sudah dapat dipastikan bagaimana budaya seks bebas itu muncul. Memberikan peluang kepada mereka untuk berduaan ketika pacaran.

                                                                          #Contoh 2

Lady Gaga, sumber: mashable.com
Anda pasti mengenal Lady Gaga. Berita artis kontroversial tersebut sempat meledak ketika rencana konsernya di Indonesia. Maka berkembanglah isu mengenai Lady Gaga. Berita mengatakan ia adalah illuminati, satanis, dan lain sebagainya dengan membeberkan banyak bukti. Memang saya sendiri menyempatkan diri untuk membuktikan hal tersbut lewat karya-karya Lady Gaga. Dari liriknya yang menyesatkan dan koreografinya yang penuh pesan simbolik 'jahat' untuk para penonton. Menurut saya sudah sangat jelas keburukkannya.

Lagu 'Born This Way' sudah banyak dibahas oleh berbagai pihak, bahwa lagu tersebut mengandung pesan-pesan kelompok satanis. Begitu juga dengan lagunya yang berjudul 'Judas' yang mengaitkan pada sebuah agama tertentu. Gelombang penolakkan juga terjadi di negara lain. Umat Islam dan Khatolik di Filipina berdemo atas rencana konser yang akan dilaksankan di negara tersebut.

Akibat Ghazaul Fikri, pemikiran sebagian orang berubah. Mereka lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah seni belaka. Tidak ada maksud, tidak ada tujuan, hanya sebatas seni. Lalu, mereka juga mengungkit hak untuk berekspresi yang dimiliki semua orang. Semuanya sah-sah saja dilakukan, toh setiap orang punya hak. Ada pula dengan tidak bijaknya mereka menyarankan agar orang-orang yang kontra untuk menyelesaikan permasalahan ibu peritiwi terlebih dahulu ketimbang mengurusi "Mother Monster" ini.

Lihat bagaimana pemikiran kita telah diubah, diarahkan sesuai apa yang mereka inginkan. Harusnya kita berterimakasih sebesar-besarnya kepada media dan mengasihani diri sendiri karena tidak mampu bertahan atau melawan. Selamat!

Satu hal penting, Sebuah keburukan akan tetap buruk tidak relatif mengikuti perspektif seseorang.

Jangan sampai sesuatu yang buruk kita anggap menjadi biasa atau baik, karena ghazaul fikri mampu melakukan hal tersebut. Jadi berhati-hatilah.

Sumber: www.iba.web.id

Wednesday, 17 April 2013

Qiyamul-Lail 2(5 April 2013)

Bismillah

    Hari Jum'at 5 April 2013, setelah sholat Jum'at berjamaah para murid dipulangkan karna ada sesuatu yang harus guru selesaikan, dan pada hari itu ada acara di masjid Istiqlal yaitu Qiyamul-Lail (lagi). ya seperti yang diceritakan dipost Qiyamul-Lail pertama acara pada hari itu sama saja tapi pada acara yang kedua ini lebih banyak peserta dan ceritanya.

Berbeda dengan yang pertama acara yang kedua dilaksanakan pada hari Jum'at (yang pertama hari Sabtu) dan persiapan kami juga belum terlalu matang contohnya saya sendiri yang terpaksa harus mandi di Sekolah dengan barang seadanya. Tapi acara yang kedua ini lebih seru karena kehadiran kakak kelas 12 dan Ketua OSIS SMAN 10 yaitu Denis Saputra, dan pembimbingnya Pak Waldi #PWG pada intinya peserta Qiyamul-Lail dari SMAN 10 lebih banyak daripada yang kemarin.

Sebelum kami semua berangkat menuju masjid Istiqlal kami sempatkan dulu untuk Sholat Ashar Berjamaah di Masjid Al-Asyroh, lalu setelah berberes kami berangkat secara terpisah, awalnya hanya saya, Ilham Fadlurrahman, M. Ilham, dan M. Rendy yang datang dari SMAN 10.
 Foto Masjid Istiqlal sebelum Qiyamul-Lail dimulai

Setelah hari menjelang Maghrib kami menunggu tidak ada yang datang kecuali kami ber5 saya, Ilham F, M. Ilham, M. Rendy, Zarkasih kami sempat ngedown karna peserta dari SMAN 10 baru 5 orang, ketua rohispun sedih melihatnya dan terpaksa masuk tanpa pembimbing, ketua nekat masuk tanpa pembimbing karna hari sudah menjelang Maghrib, tapi lama kelamaan peserta dari SMAN 10 berdatangan.

Setelah semua datang kami semua menaruh barang-barang kami di kamar aula 34(Bahkan sampai sekarang gue belum ngerti itu kamar/aula) dan mengambil air wudhu. Sholat Maghrib berjamaah,
setelah itu ada tilawah sampai waktu Isya, kamipun Sholat Isya berjamaah lagi.


Setelah Sholat Isya berjamaah ada pembukaan yang di buka oleh(saya ga tau namanya) yah setelah pembukaan adalah waktunya MAKAN MALAM, tapi sebelum MAKAN MALAM kami sempatkan foto-foto terlebih dahulu.
  Sampai ditempat pengambilan makanan antrian ramai sekali kamipun bersabar menunggu sampai akhirnya dapat juga. Alhamdulillah setelah kami selesai makan kami berwudhu dan naik kelantai utama Masjid Istiqlal untuk acara selanjutnya, tapi saya sempatkan untuk foto-foto dulu dalam jeda waktu yang sebentar ini.


Lalu setelah berfoto-foto kami semua mengikuti acara selanjutnya yaitu seminar kilat narasumbernya adalah Pak Bambang M.Ag
Setelah seminar kilat semua peserta diminta untuk membuat kelompok 20 orang untuk persentasi kedepan yang ada pada akhir acara, sayangnya saya,Denis, Ilham F, M. Fauzan Irfan berpisah dari peserta dari SMAN 10 dan bergabung bersama kelompok 20.


Sementara di kelompok SMAN 10.

Setelah selesai diskusi kelompok peserta istirahat kali ini tidak di kamar aula 34 melainkan di lantai utama Masjid Istiqlal. Setelah istirahat selama 2 jam kami bangun pada jam 2 malam dan melaksanakan sholat Tahajud kali ini sholat Tahajud dilakukan dalam waktu 1jam 20menit.
setelah sholat tahajud waktu subuhpun datang kami sholat Subuh berjamaah, setelah itu semua ada persentasi kelompok dan kesan selama acara, Terakhir Penutup.
Setelah penutup kami berfoto ria kembali.


Ya itulah kami murid SMAN 10 yang penuh canda dan tawa menjalani acara ini dan semoga artikel ini bermanfaat.

Muhamad Subhi Imam Yuliastio dan foto dari Alvin Rabbil
Rabu, 17 April 2013

Monday, 8 April 2013

Kakak Kelas 12

      Tidak terasa UN sudah menghitung hari dankelas 12 akan melaksanakan UN untuk menentukan kelulusan mereka.

Hari-hari terakhir kakakkelas 12 menuntut ilmu di SMAN 10 ini di akhiri dengan kesenangan yang merekabuat sendiri diantara lain ada yang menjadi khotib sholat Jum’at , Muazin, mengikuti kajian yang dipimpin Pak Waldi, dan mengikuti Qiyamul-Lail.

 -Kak Danil Hidayat kelas 12 IPA, selaku Khotib & Imam Sholat Jum'at pada tanggal 5 april 2013 di masjid Al-Asyroh.

-Kak Eky Zakaria kelas 12 IPS 2, selaku muadzin.

Lalu setelah Sholat Jum'at diadakan pengajian dan kajian Qur'an yang dipimpin #PWG (Pak Waldi Ganteng)

 - Kakak kelas 12 membuat lingkaran majelis dan mengaji bersama-sama

 - Kajian Qur'an yang dipimpin Pak Waldi

 - Kakak kelas 12 dengan Pak Waldi 
Dari kanan ke kiri: Kak Viqi, kak Fikri, Kak Rizki, Pak Waldi, Kak Andi, Kak Danil, Kak Bima, Kak Eky

 - Takbir ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!


 -Qiyamul-Lail 2 yang dihadiri kakak kelas 12, kelas 11, dan dibimbing oleh Pak Waldi

Tidak lama lagi mereka akan melaksanakan UN jadi mereka melakukan semua yang menyenangkan di SMAN 10 agar menjadi kenangan setelah lulus nanti. Aamiin

Kak kami selaku adik kelas selalu mendo'akan kalian agar lulus 100% dan juga kami ingin mengucapkan terima kasih untuk bimbingannya selama menjadi senior di SMAN 10 khususnya di Rohis SMAN 10. Mohon maaf bila ada salah kata dari kami


Rohis SMAN 10 Jakarta
Muhamad Subhi Imam Yuliastio  

Monday, 1 April 2013

Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H


Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H
Bismillahirrohmanirrohim
            Assalamu’alaykum, pada kesempatan ini ana ingin mempost acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H di SMA Negeri 10 Jakarta. Yang diselanggarakan oleh Rohis SMANPU bersyukur acara tersebut berjalan dengan lancar dan semua itu hasil dari kerja keras Panitia dari teman-teman Rohis maupun Guru. Acara berhasil diselangarakan pada hari Jum’at tanggal 1 februari 2013 pada pukul 09.00 WIB s/d 11.00 WIB. Oke langsung saya saya akan paparkan hasil dokumentasinya.
Sebelum acara dimulai ses. Dokumentasi sempat memfoto beberapa panitia yang eksis.. :D
                                                      Nah, itu yang tampak pada foto namanya Nurmia Zuhri.
   
Yang sedang pegan HP itu Misbah lalu disebelahnya Fiona.

                             
Dari kiri namanya Kevinia Mayumi, ketua Osis kita Denis Saputra, dan Novindra :D
  Lalu ini adalah ses. Konsumsi yang diktuai oleh Dwi, semangat sekali mereka. :D
    Pada tahun ini temanya acara Maulid Nabi adalah? 
  3 orang sedang bersholawat tampak kakak Andi menghawati sekali Subhanallah patut dicontoh. 
  Dan acara pun dimulai dengan “Bismillahirrohmanirrohim”oleh pembawa acara kita. 

 
Dari kiri ada Pak Achmad selaku guru agama, Pak Agus Dwijono selaku penceramah dari SMPN 33 Jakarta, Pak Umar Sidiq selaku guru olah raga dan wakil kesiswaan di SMAN 10, dan Pak Rahmat selaku guru Matematika dan Ketua Panitia Maulid Nabi tahun 2013

Pembina Rohis SMANPU kita Pak Junaidi S.Pd selaku guru fisika
 
Seperti yang dilihat ruangan sudah penuh oleh jama'ah

 
Sambutan dari Ketua Panitia oleh Pak Rahmat.